REMBULAN DAN CAHAYANYA
Malam itu
seperti biasanya rembulan dan cahaya pergi bersama ditengah hening malam dengan
suka duka menyinari bumi pertiwi ini, mereka bagaikan romeo dan Juliet yang tak
terpisahkan atau bahkan seperti kisah cinta abadi Layla dan majnun yang
menyentuh hati,namun ketika mereka tidak bersama, malam akan menjadi suram dan
sunyi hanya suara burung hantu dan bunyi jangkrik menambah keangkeran suasana
malam.
Awal pertemuan mereka ketika
rembulan duduk termenung dan merasa hampa disetiap malam,ketika itu datang
cahaya dari arah yang berlawanan dan menyapanya
‘’Hay siapa kamu’’. ucap cahaya
‘’rembulan,kamu sendiri?
‘’cahaya’’. wah indah sekali namamu
seperti dirimu goda Rembulan
Wajah cahaya mulai memerah dan
tersipuh malu gara-gara ucapan rembulan.
Cahaya kok wajahmu berubah.
Cahaya langsung salah tingkah dan
menjawab ‘’tidak kok,wajahku tidak berubah dari sana emangnya begitu , cantik
selalu’’
Hahaha dasar lu cahaya, kepede-an
tingkat dewa,ngarep banget lu mau dibilang cantik.
’’iya dong’’jawab rembulan dengan
kepede-an tingkat dewa.
‘’Rembulan kok sendirian ajah’’
cahaya mulai bertanya
Iya emang biasa nya aku sendiri
setiap malam namun aku selalu kesepian dan hampa’’.
Hemm begitu ya.. jawab rembulan
dengan simple
Rembulan mau tidak temani aku
setiap malam soalnya aku selalu kesepian siapa tahu dengan keberadaanmu
disampingku malam-malamku akan terasa indah dan tidak membosankan lagi?
Dan ternyata dari tadi pertanyaan
inilah yang ditunggu cahaya karena perasaan yang sama dengan rembulan dan
dengan malu-malu ia menjawab. ‘’Ii..ya aku mau koq’’
Dari sinilah rembulan dan cahaya
selalu bersama disetiap malam merubah keadaan yang dulu yang ia benci menjadi
sesuatu ia cintai dengan keberadaan cahaya disampingnya.
Rembulan
datang dimalam hari ini namun ia tak bersama cahaya,ia mulai mencari kemanakah dia
berada,namun cahaya tak kunjung datang bahkan ia sampai bertanya kepada bintang
namun juga tak melihatnya.Bulan kini merasa hampa dan kesepian kembali dimalam
hari karena kehilangan cahaya yang senantiasa menemaninya dimalam hari yang telah
pergi entah kemana.Rembulan sangat bersedih seolah-olah sebagian dari dirinya
hilang ketika itu ia bergumam sendiri”cahaya dimanakah dirimu sekarang?aku
merindukanmu,pulanglah dalam dekapanku”.Hal itu tak dapat ia sembunyikan,hari
demi hari rembulan tak lagi bersemangat seperti biasanya.Ia benar-benar gundah
namun diwaktu yang sama cahaya datang menyelinap dari arah yang berlawanan,rembulan
membalikkan badannya melihat cahaya datang mengendap-ngendap untuk menengurnya,seketika
itu bulan memeluk cahaya seerat-eratnya.
“Cahaya kamu dari mana? jangan
pergi lagi”ucap bulan kepada cahaya dalam pelukannya.
“Aku tak pergi kemana-mana rembulan,ku
selalu mengawasimu dari kejauhan karena aku ingin mengajarkanmu arti dari
kebersamaan,kita harus saling memahami antara satu dengan yang lainnya dan
sekarang kamu tahu bagaimana rasa kehilangan orang yang kamu sayangi.Maka dari
itu sayangilah dan jangan kamu sakiti sebelum ia pergi dari sisimu.
Cahaya jangan pergi lagi dari
sisiku,aku janji akan selalu berada bersamamu dalam suka dan duka.
Cahaya menjawab’’aku akan selalu
menemanimu dalam setiap malam rembulanku,sayang”.
Komentar
Posting Komentar