Kisahku kali ini,belajar Al-Qur'an bersama imam Istiqlal Jakarta


kamis,14 juli 2016





membaca Al-Qur'an bil ghoib juz 29 di mesjid Jami Sengkang



  assalamu'alaikum
aku ingin berbagi kisah,karena aku percaya dengan berbagi kisah membuat kita hidup selamanya dan aku tahu berbagi kisah itu indah terlebih lagi membawa manfaat kepada sesama.
kisahku kali ini,belajar al-Qur'an dengan Narasumber Gurutta KH. Martomo khalil Makhyaar beserta jama'ah dimesjid Jami' sengkang,beliau adalah salah satu alumni terbaik Huffadz mesjid Jami' As'adiyah dibawah bimbingan AG.KH.alHafidz Yahya semoga Allah merahmatinya dan sekaligus Imam rawatib mesjid Istiqlal Jakarta.
Menurut Imran Santri Tahfidz, “H. Martomo adalah Santri di sini yang diajar langsung Gurutta Yahya. Sebelum ditunjuk menjadi Imam Masjid Istiqlal Jakarta beliau Juara I menghafal Al-Quran di Libia tahun 2005”. Ungkapnya.
Selepas magrib beliau diamanati untuk mengajarkan kami bagaimana  mengaji dengan benar dengan Tajwid serta sifat sifat hurufnya.
Adapun agenda selama disengkang salah satunya beliau menghadiri sekaligus sebagai peserta sima'an Al-Qur'an 30 juz bersama Alumni alumni huffadz mesjid Jami' sengkang selama 2 hari dan selesai sebelum magrib tadi.
adapun saya akan menyebutkan poin poin penting yang dibahas oleh beliau dengan gaya bahasa saya sendiri,semoga beliau dirahmati oleh Allah SWT. poin-poin tersebut,diantaranya adalah:

-1.beliau mengatakan bahwasanya mesjid Jami' adalah cikal bakalnya lahirnya ulama ulama disengkang ataupun didaerah sulawesi lainnya dan ini amanah yang besar diamanati kepada saya untuk menyampaikan materi mengaji dengan benar dengan tajwid serta sifat sifat hurufnya.Karena saya biasanya berbicara dimesjid istiqlal itu biasa biasa aja akan tetapi shubuh pagi saya disorong menjadi imam,bergetar lututku wah ini berarti bukan tempat sembarangan,karena ini tempat lahirnya ulama ulama sulawesi yang didirikan oleh AG.As'ad. semoga Allah merahmatinya.(saya yang tambahkan sendiri semoga Allah merahmatinya,karena beliau pantas untuk mendapatkannya,jika Allah memuliakan orang yang berilmu apalagi makhluk-Nya pasti memuliakan orang yang berilmu)

-2.Beliau mengatakan pembahasan kali ini membaca  al-Qur'an dengan tajwid dan sifatnya antara magrib-isya tidak bisa instan karena waktu terlalu mepet,karena tidak mungkin belajar singkat tiba tiba langsung bisa akan tetapi membutuhkan  proses.

-3.Imam Al-Jauzari semoga beliau dirahmati Allah ,beliau mengatakan seseorang sebelum belajar al-Qur'an lebih jauh,maka yang pertama kali yang harus diketahui yaitu makhrorijul huruf dan sifatul huruf. 

-4.Beliau juga mengatakan jika ingin mengaji kita BAGUS maka carilah guru yang BAGUS pula yang mempunyai ilmu yang mumpuni.

-5.Beliau juga membawa buku yang ditulis oleh gurunya Ust.Fathoni,semoga Allah merahmatinya. didalam buku tersebut disinggung cara penyebutan yang salah dari setiap suku termasuk sukuBugis.biasanya huruf yang selalu salah penyembutannya yaitu huruf ZHAL( ذ),RO' (ر),SYIN(ش),SHAD (ص),ZHO'( ظ).Padahal setiap huruf mempunyai hak dalam penyebutannyamaaka oleh sebab itu dibutuhkan yang namanya Talaqqi artinya belajar langsung dari gurunya,bukan belajar sendiri dari buku ataupun yang lainnya. 

( Beliau Imam Abu Yazid Al-Busthomi memperingatkan pelajar yang mempelajarinya tanpa guru sebagai berikut:

ومن كلام ابى يزيد البسطامى قدس سره من لم يكن له شيخ فشيخه الشيطان

(تفسير حقي – (ج 7 / ص 393)

Sebagian dari perkataan Imam Abu Yazid semoga Allah menbersihkan rahasianya. Barangsiapa yang tidak mempunyai guru, maka gurunya adalah Syetan.(http://satrimuda.blogspot.co.id/2013/02/belajar-tanpa-guru-sama-dengan-belajar.html)






-6.ini diluar pembahasan materi,beliau mengatakan bahwa Prof.Nazarudin Umar semoga Allah merahmatinya., salah satu alumni terbaik yang dimiliki As'adiyah beliau juga selaku guruku selama belajar di PTIQ jakarta,yang mengatakan beliau beraliran liberal dan syi'ah itu adalah fitnah yang keji,bahwasanya apa yang beliau ucapkan pasti ia coba terapkan dalam kehidupannya.

-7.sekali lagi beliau menekankan jika ingin mengaji dengan benar maka pelajarilah makhorijul huruf serta sifatnya terlebih dahulu baru lanjut ke pelajaran selanjutnya dan dengan guru yang mumpuni ilmunya.

mungkin itu saja poin poin penting yang saya masih ingat,insya Allah bermanfaat bagi kita semua
adapun saya ingin menambahkan bahwasanya
Allah SWT befirman.: 
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَار
kira kira seperti ini artinya
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.” (QS Al-Isrâ’ [17]:82)

dan Nabi Muhammad SAW bersabda:
 خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
''sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."(HR.Bukhari)

Nabi juga bersabda:
''Bacalah al-Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pemiliknya."(HR.Muslim) 

Subhanallah banyak nya manfaat serta pahala yang kita dapat dalam belajar maupun mengkaji al-Qur'an sungguh didalamya pula terdapat banyak hikmah yang dapat diambil.
yuk terus belajar Al-Qur'an,jangan pernah bosan akhi uhkti. :) pahala ngalir terus kok tidak ada ruginya.
insya Allah berkah..
terima kasih atas perhatiannya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan pada kisah diatas.
komentar dan saran yang baik saya tunggu lo..
wabillahit taufiq wassa'adah wassalamu'alaikum :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH KALI INI ULAMA SENGKANG SULAWESI SELATAN DALAM KARYANYA RIWAYATKU DAN RIWAYAT GURU BESAR KY. H. M. AS-AD OLEH H.HAMZAH MANGULUANG SENGKANG