kisah kali ini,Festival Anak Sholeh,Boleh Juga



aku ingin berbagi,karena aku percaya dengan berbagi kisah membuat kita hidup selamanya dan aku tahu berbagi kisah itu indah terlebih lagi membawa manfaat kepada sesama.kisah kali ini terjadi pada bulan Ramadhan kemarin ya tahun ini tahun 2016,saat itu aku ditugaskan di desa purwokerto atau lebih dikenal spontan,luwu utara.Disana aku ditugaskan sebagai imam terawih dan itu juga aku baru pertamakali ditugaskan subhanallah pengalaman tak terlupakan serta banyak hikmah kupetik didalam.
lanjut kisah...

bersama kepala desa wonokerto


Setelah kembali dari sengkang dalam rangka menghadiri pemakaman AG.KH.Abd.Gani BA (alfatihah untuk Gurutta) tepatnya pada hari senin aku kembali ke luwu utara.Aktivitas kembali seperti biasanya namun lama lama aku jenuh melihat kondisi Ramadhan yan tidak begitu berbeda dengan hari biasanya yang bedain cuman mengaji dengan toak mesjid,buka puasa bersama,bangunin orang sahur dan i'tikaf dimesjid tterlebih lagi petasan meraja lela dan lain lain dalam benakku aku ingin sesuatu yang berbeda dengan ramadhan kali ini terlebih lagi ini amanah pertama kupegang setidaknya sepeninggalku ada kesan kesan baik yang diterima masyarakat atas kehadiran diriku terlebih lagi aku membawa nama baik pondok pesantrenku As'adiyah serta nama baik kedua orang tuaku,aku tidak ingin mengecewakan mereka serta aku ingin mendapatkan Ridho-Nya Allah SWT.
akhirnya timbul ide membuat acara festival ramadhan aku terinspirasi oleh saudara saudaraku yang keluar tugas biasannya mereka membuat atau mengikuti acara lomba yang diadakan lembaga tertentu.
langkah langkah sehingga terlaksananya acara Festival.
Mendatangi beberapa ustad/tokoh masyarakat atau jama'ah untuk dimintai pendapat jika diadakan Festival dikampung kita,alhamdulillah mendapatkan respon baik dan ba'da jum'at rapat sekaligus pemilihan ketua pelaksana dan yang terpilih menjadi ketua adalah aku padahalnya bukan tapi yang ditunjuk seorang ustad disana akan tetapi ia menunjukku.
Sebenarnya dalam hati kenapa diriku padahal aku hanya sekedar memberi saran tapi aku menerimanya dengan hati yang lapang meski berat lalu aku memberikan penjelasan acara yang akan diadakan yaitu Festival Anak Sholeh dengan tema:Melahirkan Generasi Anak Sholeh Sholehah yang Berprestasi,membentuk panitia serta penentuan lomba lomba yang akan diadakan serta dewan juri,dana yang akan dipakai selama lomba dan kapan lomba diadakan hasil Rabu depan,jadi acara akan diadakan 6 hari kedepan tepat nya hari rabu tanggal 29 juni 2016.
selama itu aku sibuk bersama teman baikku Akbar haeruddin mengurusi persiapan acara perdana ini dengan perhitungan matang meski akhirnya banyak diluar perkiraan.
Akba,sahabat baikku
Adapun tujuan sebenarnya dalam acara ini yang diselenggarakan dengan berbagai lomba terlebih pada bidang agama adalah bukan untuk mencari sang juara atau melihat ini anak yang pintar dan ini anak yang tidak pintar akan tetapi lebih kepada melahirkan bakat bakat yang tersembunyi pada si anak sehingga si orang tua tahu bakat anaknya siapa sangka jika nanti ia akan menjadi seorang yang berprestasi dibakatnya serta mental bagi si anak adapun tujuan terlebih khusus kepada si orang tua dengan acara ini akan tergugah perasaan nya bahwa pentingnya memberikan pemahaman agama sejak dini sehingga setelah dewasa akan lebih mudah diarahkan dibandingkan mereka yang tidak memiliki pemahaman agama yang baik akan terasa lebih susah mengarahkannya.
Alhamdulillah selama penyelenggaraan lomba terdapat banyak yang diluar dugaan atau perkiraan penulis karena sebelumnya kami telah menyiapkan acara ini serapi mungkin akhirnya berubah dengan sekejap ketika lomba dimulai dan tanpa ada masalah yang timbul.Kepala desa pun menghadiri acara ini serta memberikan sambutan yang baik atas terselenggaranya acara ini.
semua acara diadakan dimesjid Jami'atul Mutaqi'in desa wonokerto luwu utara
lomba yang diadakan ada jenis lomba:
1.kencrengan atau qasidah
2.mewarnai tingkat TK,1,2, dan tingkat 3,4,5,6
3.azan
4.shalat berjama'ah
5.membaca Al-Qur'an dengan tartil
6.ceramah
7.cerdas cermat agama





Alhamdulillah poko'e tenang hati setelah lomba usai tepatnya sebelum azan zhuhur berkumandang.
desain lomba mewarnai




pembagian hadiah dialaksanakan ketika malam takbiran itupun diluar perencanaan,acara yang
 sebenarnya sederhana aja yang akan dihadiri para peserta dan panitia berubah menjadi subhanallah dihadiri para peserta takbiran dengan memakai traktor hias serta dompengnya dan mobil serta masyarakat dihalaman mesjid.
Adapun efek lomba Festival ini ternyata tak disangka sangka masyarakat menyambut positif acara ini ada yang terharu anaknya ikut lomba (cerita ini sudah ditulis sebelumnya) serta ada yang menangis tidak kebagian hadiah karena tidak dapat juara (usulan dari masyarakat supaya tahun depan diberikan semua hadiah) ini merupakan bukti antusias anak dalam mengikuti lomba
begitupun masyarakat akan tetapi yang lebih berkesan adalah sebelum adanya lomba ini anak anak tidak berani azan kecuali 1 orang namun setelah lomba anak anak menawarkan diri untuk azan subhannallahnya lagi bahkan mereka berlomba datang kemesjid dengan menawarkan diri supaya dapat azan.
adapun dibawah ini foto foto ketika suasana lomba dan malam takbiran sekaligus pembagian hadiah




















halaman mesjid




 alhamdulillah itulah ceritaku kali ini,semoga bermanfaat.

aku percaya dimana ada usaha disitu ada jalan,dimana ada kesusahan pasti ada kemudahan
Allah SWT sendiri befirman dalam Al Qur'an:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. 94: 5-6)
Apa rahasia pengulangan kalimat-kalimat di atas? Apa makna yang terkandung hingga Allah perlu mengulangi dan menegaskan pesan-pesan-Nya?
Imam al-Baghawi, Imam al-Ma’iny dan Syeikh Muhyiddin ad-Darwisy menyimpulkan dari struktur gaya bahasa di atas dengan sebuah kaidah kebahasaan, “Isim nakirah jika disebut dua kali maka yang kedua tidaklah sama dengan yang pertama. Namun, jika isim makrifat disebut dua kali maka yang kedua sama dengan yang pertama.”. Dari kaidah ini bisa ditarik sebuah kesimpulan, setiap satu kesulitan terdapat dua kemudahan. Setidaknya akan berupa penyelesaian yang terbaik serta pahala kebaikan yang hanya diketahui Allah jika bersabar dalam menghadapinya. Setelah kesulitan dan beban-beban dakwah yang berat di Makkah, Allah akan memberikan kemudahan dan kemenangan di Madinah.

Rasullullah SAW bersabda:

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)


Syarh/penjelasan:

Imam Bukhari menyebutkan hadits ini di awal kitab shahihnya sebagai mukadimah kitabnya, di sana tersirat bahwa setiap amal yang tidak diniatkan karena mengharap Wajah Allah adalah sia-sia, tidak ada hasil sama sekali baik di dunia maupun di akhirat. Al Mundzir menyebutkan dari Ar Rabi’ bin Khutsaim, ia berkata, “Segala sesuatu yang tidak diniatkan mencari keridhaan Allah‘Azza wa Jalla, maka akan sia-sia”.
Abu Abdillah rahimahullah berkata, “Tidak ada hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih banyak, kaya dan dalamnya faidah daripada hadits ini”.

Dari penulis jangan lah ragu jika kita melakukan sesuatu usaha yang baik terlebih lagi untuk kemaslahatan ummat meski itu berat tapi itu semua tidak lain ada hikmahnya dan ada kemudahan yang akan diperoleh ketika kita selalu husnuzhon berbaik sangka atas kehendak-Nya dan hanyalah keridhoan-Nya yang kita harapkan.
 terima kasih banyak atas perhatiannya kurang lebih mohon dimaafkan.
kritik dan saran yang baik saya tunggu.
salam fastabiqul khairat.. :)
wabillahit taufiq wassa'adah
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH KALI INI ULAMA SENGKANG SULAWESI SELATAN DALAM KARYANYA RIWAYATKU DAN RIWAYAT GURU BESAR KY. H. M. AS-AD OLEH H.HAMZAH MANGULUANG SENGKANG