cintaku di bumi lontara



Selasa, 6 september 2016

My Dear
                Setiap langkah kakiku mencari kepingan – kepingan hati yang tercecer di sepanjang kisahku kali ini tepatnya di bumi lontara. Begitu sulit aku menemukan kepingan hatiku namun aku terus mencari dimanakah kamu wahai hati yang berserakan diantara hati yang lain pula.
                Namun suatu saat aku terdiam dan tak percaya hati yang selama ini kucari datang mendekat dan menghampiriku dan bertanya “Apa yang sedang kau lakukan wahai pemilik hati?” Aku menjawabnya dengan diam, karena aku takut dan malu mengakuinya bahwa dirimulah yang selama ini kucari.
                Mulai saat itu hariku berubah di Bumi Lontara ini karena hati yang kucari selalu menanyakan akan diriku, namun hati yang kucari tak kunjung peka akan keberadaanku didekatnya. Namun aku percaya dalam setiap nafasku, langkahku, terutama dalam setiap do’aku namamu tidak pernah terlewatkan. Aku harap harap cemas akan hati tersebut selalu membuatku gundah akan sikapnya yang acuh terhadap perasaanku ini tapi ku berharap suatu saat jika waktu itu tiba,hati yang kuharapkan datang kepadaku melambaikan tangannya kepadaku lalu menggenggam erat jemariku dan berjanji dengan janji suci yang dahulu pernah kuharapkan, dengan segala upaya yang telah ku usahakan demi hati yang selalu menghangatkan diri ini terlebih jika ia benar – benar jadi pemilik raga ini kuharap bukan sekedar menghangatkan dari luar tapi dari hati ke hati yang telah dipersatukan oleh ikatan ilahi yang telah disahkan oleh Ad – Dien (Agama).
#dikutip dari yang merindu.
Wahai sang pemilik hati
                Kini aku benar benar menemukannya,hati yang dahulunya tercecer kini telah menampakkan dirinya,hati yang selalu kurindukan benar benar menampakkan wujudnya,hati yang selalu bersembunyi kini telah menampakkan keberadaannya.
                Ia hadir menghiasi hari hariku dengan senyumannya,menjagaku dengan kepeduliannya,jika ku sakit ia selalu hadir ntuk  menjadi  dokter bagiku dan ia serba bisa demi keberadaanku.
                Saat ini dan seterusnya aku berharap amat untuk hari hariku seperti ini selamanya,meski aku belum memiliki seutuhnya tapi dalam setiap doa doaku selalu terselip namanya untuk menjadi bagian hidup ini.
                Semenjak keberadaanku telah di akuinya,aku merasa akulah orang yang paling bahagia didunia dan ini bagian terpentingnya  ia juga sangat bahagia akan pertemuan yang tak di duga duganya skenario Tuhan memang begitu indah untuk hamba-hambaNYa.
                Hatiku mengerti untuk terus menjaga batasan batasan syariat yang tak boleh dilanggar sebelum waktu itu tiba,selalu berharap waktu itu cepat berlalu dengan waktu yang dia sahkan oleh Ad-Dien.
Aku percaya hari itu akan menjadi hari yang paling bersejarah dalam hidupku mencintai orang yang kucintai serta dicintai oleh hati yang kucintai setulus iman yang dianugrah ad-Dien.oleh sebab itu aku selalu memantaskan diri serta memperbaiki diri demi permaisyuriku kelak yang akan menjadi makmumku. Ia akan menjadi jodoh dunia akhiratku.aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH KALI INI ULAMA SENGKANG SULAWESI SELATAN DALAM KARYANYA RIWAYATKU DAN RIWAYAT GURU BESAR KY. H. M. AS-AD OLEH H.HAMZAH MANGULUANG SENGKANG